Friday, 8 February 2019

Being Minimal


Entah kenapa ya, makin berumur kepingin hidup ini makin minimalis. Dalam aspek mana? Manapun. Kepinginnya semuanya minimalis. Contoh aja nih, agak gimana gitu ngeliatin berbotol-botol skincare di atas laci. Kepinginnya disortir, declutter, kalo nggak begitu cocok dan tinggal separuh yaudah kasi ke orang, kalo masih penuh baru dipakai dikit coba dijual preloved, kalo masih baru bisa di-giveaway.



Contoh lain, dulu suka banget makeup tebel. Semua step makeup jangan sampai kelewat. Sekarang lebih doyan makeup super simple dan minimal. Nggak mau pakai eyeliner, nggak mau pakai eyeshadow, beberapa step dihilangin. Berasa makin minimal makin dewasa, entah dapet darimana teorinya.



Eh ternyata ada buku yang ngebahas soal being minimal. Kalo nggak salah Marie Kondo apa gitu, aku sejujurnya belum baca bukunya, tapi karena aku sendiri makin kesini makin berusaha minimal, aku jadi tertarik. Aku sempet juga baca di story, tentang orang-orang yang ekstrim banget nggak pakai lemari, jadi bajunya bisa dihitung jari, cuma digantung di satu gantungan aja gitu.



What I Wear :
Shirt & Pants from Uniqlo | Eyewear from Karamata
Bag from Obermain | Watch from Wish | Shoes from Ailishoes

Venue :
Greenly, Galaxy Mall, Surabaya


So, that’s practically what I want to say. Thanks for reading. I hope you find this post useful. I’ll see you soon!

W R I T T E N   W I T H   L O V E   B Y
 

No comments:

Post a comment