Friday, 12 June 2015

Skincare First, Makeup Later

As the title says, yes, skincare comes first, makeup comes later. Start from here, you'll be reading any beauty posts in Bahasa. You can translate it right away to your mother tongue using translate button on the right sidebar, in case you're not Indonesian.



Hai temen-temen cantek! First thing first, di beauty blogpost yang pertama ini, aku mau bahas tentang hal yang paling esensial dari makeup. But before that, aku mau ngajuin pertanyaan buat kalian semua : siapa dari kalian yang paling males bersihin muka, apalagi pas pulangnya kemaleman, mata tinggal 5 watt, dan satu-satunya hal di pikiran kalian adalah kasur? Yeap, me too. Aku bisa dibilang orang yang super duper males bersihin muka. Padahal udah diomelin ibu suri (note: tolong dibaca dengan cepat tanpa titik koma) “cece jangan lupa bersihin muka, nanti mukanya rusak, jerawatan, kering, benerinnya mahal, harus facial, perawatan, ke dokter bla bla bla”. I never really put that in my attention. Aku pikir nggak bersihin muka satu hari aja harusnya nggak efek banyak, kan ya, but then it is really a wrong thought. Apa efek samping kalo kita males bersihin muka? Kita bahas di beauty post selanjutnya, ya! Anyway, semoga ini juga jadi peringatan buat kamu yang nggak peduli skincare.

Balik lagi ke topik awal, ya! Sejak aku memasuki dunia makeup, aku sudah diingetin sama banyak orang, banyak beauty blogger, dari yang lokal sampai interlokal, *hahaha, jayus ya* kalau skincare atau perawatan kulit (dalam hal ini, wajah) itu jauh lebih penting daripada penggunaan makeup ataupun kosmetik. Jadi, hal yang paling esensial dari makeup adalah menjaga kesehatan kulit wajah kamu, atau biar nggak ribet, sebut aja skincare. Nah, biar kamu bisa ngerti gimana cara yang paling tepat untuk merawat kulit wajah kamu, pasti dong kamu harus paham bener tentang tipe kulit wajah yang kamu punya. Basically, ada 4 tipe kulit wajah yang dikenal. Aku bakal bahas sedikit tentang ciri dari masing-masing tipe, juga sedikit tips perawatannya. I hope it’s really helpful.

1. Kulit Normal
Tipe kulit normal adalah tipe kulit yang paling lembut dan rapat pori-porinya. Produksi minyak yang dikeluarkan seimbang. Biasanya, tipe kulit normal terlihat bersih, tidak berbintik, halus, tidak berminyak, lentur, dan tidak kering. By the way, walaupun tipe kulit kamu normal, harus tetep kamu rawat dan jaga, kalo nggak, bakal ada penumpukan kulit mati dan kotoran di bawah kulit kamu, yang bisa jadi asal muasal tumbuhnya jerawat.

2. Kulit Kering
Tipe kulit kering adalah tipe kulit yang . . . . kering. Produksi minyak yang dikeluarkan kurang. Biasanya mudah iritasi, cenderung berkeriput, mudah timbul noda hitam, dan bersisik. Kelebihan dari tipe ini adalah kamu jarang bertemu sama jerawat. Ciri lainnya adalah kulit kamu akan terasa kaku, permukaannya kasar, banyak garis pada kulit. Sebaiknya, kamu banyak minum air putih dan berteman sama pelembap, agar kulit kamu tidak terlalu kering. Oh ya, buat tangan dan kaki kamu, jangan lupa pakai handbody biar nggak keliatan bersisik.

3. Kulit Berminyak
Tipe kulit berminyak adalah tipe kulit yang kadar minyaknya berlebihan. Pori-pori kulit cenderung besar, sehingga lebih mudah untuk menyerap kotoran, lebih mudah juga muncul komedo dan jerawat. Untuk tipe kulit berminyak, wajah terlihat mengkilat. Tapi jangan salah, karena produksi minyak yang berlebih juga punya kelebihan, yaitu memperlambat penuaan dini. Bagi tipe kulit berminyak, cara perawatannya bukan menghilangkan minyak itu sama sekali, karena minyak juga diperlukan untuk melembapkan kulit kamu. So, sebaiknya kamu meminimalkan konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, menghindari penggunaan produk perawatan yang creamy, mencuci dan membersihkan muka secara teratur, and well, kamu tidak memerlukan pelembap, apalagi waktu usia remaja.

4. Kulit Kombinasi
Tipe kulit kombinasi adalah tipe kulit dimana kadar minyak yang diproduksi tidak merata. Kadar minyak berlebih diproduksi pada daerah T (dahi, hidung, dagu), sedangkan bagian yang lain cenderung normal, atau bahkan kering. Tipe kulit ini banyak ditemukan di daerah iklim tropis, termasuk Asia. And yeah, me too. Perawatan untuk tipe kulit kombinasi biasanya dibedakan antara daerah T dengan daerah lainnya. Pada daerah wajah yang cenderung normal atau kering dibersihkan dengan menggunakan pelembap, sedangkan untuk daerah T dibersihkan menggunakan air mengalir. But, for me, I don’t really differ.

Sebenernya, masih ada satu tipe kulit lagi, yaitu tipe kulit sensitif. Kulit sensitif ini semacam musuh bebuyutannya makeup. Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif, biasanya akan lebih mudah berjerawat atau merasa gatal setelah menggunakan produk tertentu atau bahkan hanya terkena terik sinar matahari. Kenapa gitu? Karena tipe kulit sensitif ini pori-porinya halus dan kulitnya tipis banget. Untuk perawatan wajah tipe kulit sensitif, sebaiknya kamu berkonsultasi langsung sama dokter kulit yang terbukti lebih expert daripada akyu. Hahaha.

Anyway, apapun tipe kulit kamu, intinya cuma satu, yaitu untuk menjaga kesehatan kulit kamu. Aku bagi sedikit tips, ya!
# Jangan lupa menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit kamu. Pokoknya kalo bisa, habis mandi pagi, langsung pake krim yang melindungi kamu dari jahatnya sinar dan panas matahari, entah kamu bakal seharian di rumah atau mau pergi ke kampus. Because who knows when your best friend asks you out, like right now?
# Jaga kelembapan kulit kamu. Paling gampang ya pake pelembap. Haha.
# Minum air mineral minimal 2 liter per hari. I’m struggling for that, too.
# Bersihkan muka kamu sebelum tidur, even when you don’t have your makeup on. This is a must! Hashtag notetoself.


So, that’s practically what I want to say. Thanks for reading. I hope you find this post useful. I’ll see you soon!


W R I T T E N   W I T H   L O V E   B Y

No comments:

Post a comment